Pemalangan Adat, Aktivitas PT Cahaya Bintang Cendrawasih di Kabupaten Sorong Lumpuh




Inilah bahasa protes paling tua di Tanah Papua. Bukan dengan teriakan, tapi dengan batang pohon bambu.

Gerbang biru PT Cahaya Bintang Cendrawasih kini terdiam. Di atasnya, tergantung batang pohon bambu dan kain merah. Bagi orang luar, ini hanya sebatang bambu.


Bagi masyarakat adat, ini adalah hukum. Ini adalah palang.

 



Selama palang ini tidak dibuka oleh yang memasang, maka tidak ada aktivitas yang boleh berjalan di atas tanah ini. Inilah cara masyarakat adat berkata: Kami masih ada, dan tanah ini punya tuan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sorong Sebagai Kota "BERSAMA": Harapan bagi Para Pendatang

Sosok Pemimpin Transformasional: Mentor dan Motivator